IMG20161101110133

Purbalingga-Narkoba bukan istilah asing lagi buat masyarakat. Pengetahuan dan informasi yang benar tentang narkoba merupakan salah satu benteng untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat kita dari jerat narkoba. Untuk itu hari Selasa (1/11/2016) BNN Kabupaten Purbalingga bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga mengadakan acara Training of Trainer Penggiat Anti Narkoba di lingkungan Organisasi Masyarakat di RM Dapur Inyoeng dengan diikuti oleh 18 orang peserta mewakili Tim Penggerak PKK Kecamatan masing-masing. Selain dalam rangka menindaklanjuti apa yang sudah dicanangkan Bupati Purbalingga Bpk. H.Tardi, SH, MM tentang Purbalingga Bersih dari Narkoba, juga bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan tentang metode dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).IMG20161101101244

Pada kesempatan itu Ketua Panitia, Bpk. Tarsito, S.Sos dalam sambutannya mengatakan “Organisasi masyarakat termasuk PKK untuk bisa menyampaikan atau getok tular minimal kepada Pengurus PKK Kecamatan sampai ke tingkat Desa”. Posisi strategis PKK dalam P4GN antara lain : karena salah satu faktor penyebab seseorang menyalahgunakan narkoba (khususnya remaja) masalah dalam rumah tangga (Bapak dan Ibu cerai, minimya kasih sayang orangtua pada anak, minimnya waktu sosialisasi orangtua dengan anak, orangtua yang pemarah, dll), keluarga adalah benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkoba, pola asuh anak yang baik akan meminimalisir resiko anak menyalahgunakan narkoba, PKK merupakan organsiasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam pembinaan keluarga.

Kerugian akibat narkoba sangat besar terutama dari segi kesehatan, sosial ekonomi dan keamanan yang mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation) dimasa depan. Dulu Indonesia adalah negara transit bagi peredaran narkotika tapi sekarang sudah menjadi negara produsen. “Mari berjuang bersama BNN demi Indonesia bebas narkotika”, demikian sambutan dari Bpk. Bagus Wicaksono, S.Kom (Kepala BNN Kabupaten Purbalingga). BNN tidak akan memenjarakan pengguna/pemakai tapi merehabilitasi sampai sembuh, karena hanya ada tiga pilihan bagi pengguna narkoba berat yaitu : mati, gila/sakit jiwa, menjadi bodoh. (GI)